Menurut dia, pemilihan delapan lagu sebagai wajib tersebut didasarkan tingkat kerumitan permainan dan aransemen musik lagu itu, sehingga mampu digunakan mengukur performa bermusik. "Kalau mereka tidak bisa memainkan salah satu dari delapan lagu itu akan langsung dianggap gugur," kata ketua panitia yang juga coordinator UKM Musik. Namun, kata dia, setiap kelompok boleh memainkan lagu-lagu wajib tersebut sesuai versi aslinya ataupun mengaransemen ulang dan mengimprovisasi sesuai kreativitas masing-masing. "Kami tidak membatasi improvisasi mereka terhadap salah satu dari delapan lagu wajib itu, mau dimainkan dengan irama keroncong atau dangdut juga terserah. Justru itu letak kebebasan berekspresi," katanya.
Presiden Mahasiswa, Tofik hidyat mengatakan, festival musik pelajar itu ditujukan untuk menampung kreativitas bermusik anak-anak muda, sehingga lebih mengarah kepada hal-hal yang positif, sekaligus sebagai ajang penyaringan bakat. Kami ingin mengetahui sejauh mana antusiasme, bakat, dan kemampuan bermusik para pelajar di Jateng, apalagi festival musik pelajar dalam skala regional dan nasional jarang digelar," katanya.
0 komentar:
Posting Komentar